Lukisan itu

ketika itu sore, aku mengikuti ibuku, berjalan beriringan disampingnya. kami hendak menemui seorang perias, memintanya meriasku untuk wisuda SMA kelak. kami sampai dan memasuki rumahnya. tepat di dinding bersebrangan dg pintu masuk, terpampang sebuah lukisan besar yg menghadapku langsung begitu aku berdiri d depan pintu. lukisan itu. lukisan bocah lelaki kecil dg tatapan mata nanar.
kau tau? dia menatapku, seolah airmatanya nyata, hampir menetes, hampir. kualihkan pandanganku ke arah ibuku, dia mmbalas menatap dn tersenyum, tidak mengerti maksud tatapanku. kutatap lagi lukisan itu. kau tau apa yg terjadi? aku mendengarnya berbisik. iya, dia berbisik "rumahku terbakar, keluargaku mati disana..." aku sedikit kaget, kegiatan ini tidak seberapa asing lagi bagiku, tapi tetap saja, aku kaget. aku menatapnya dalam2. sesekali berkedip dalam dan mmejamkan mata. aku melihat.. mulai melihat. rumah itu terbakar oleh api yg hidup. di jendelanya tampak seseorang berlari dalam api, namun pada akhirnya tak berdaya dan terlahap di dalamnya, kukira begitu. atapnya berjatuhan, lapuk, luluh lantak oleh api. dan bocah kecil itu, menangis.. air matanya menetes di tengah kerumunan orng yg berupaya memadamkan.

kukedipkan mataku beberapa Kali, tersadar. sekali lagi, aku menatap lukisan itu, mengambil gambarnya, dan mengingat satu kalimatnya : "rumahku terbakar dan kluargaku mati..."

Cerita by : athya/lynsa